Dewi Perssik Ngamuk Usai Diserang Oknum Fans Sarwendah, Dituding Sindir Rumah Tangga Ruben Onsu di Threads
--
NAEWU.com – Panggung hiburan tanah air kembali memanas akibat kesalahpahaman digital yang berujung pada perseteruan terbuka. Pedangdut papan atas, Dewi Perssik, meluapkan amarahnya secara mendalam setelah mendadak diserang oleh sejumlah warganet yang mengaku sebagai pendukung atau fans dari aktris Sarwendah.
Aksi saling serang di media sosial ini bermula ketika unggahan pribadi sang biduan disalahartikan oleh netizen sebagai bentuk sindiran terselubung terhadap polemik domestik mantan pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah.
Baca juga: Jujutsu Kaisen Mengonfirmasi bahwa Teknik Terkutuk Yuji Lebih Kuat daripada Teknik Sukuna
Penyanyi yang akrab disapa Depe ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat maupun kepentingan untuk mencampuri urusan rumah tangga orang lain. Akibat serangan fiktif yang dinilai merugikan nama baiknya tersebut, mantan istri Saipul Jamil ini memberikan peringatan keras dan berencana untuk menyeret para oknum provokator ke jalur hukum.
Awal Mula Kronologi Kesalahpahaman di Aplikasi Threads
Dinamika konflik ini mencuat ke publik setelah Dewi Perssik menuliskan sebuah utas atau status singkat melalui akun Threads resminya. Dalam unggahan tersebut, ia menyematkan sebuah kalimat deskriptif yang berbunyi: "Sebenarnya pingin ngomong langsung… tapi suara hati yg sering ngomong,".
Tanpa diduga, kalimat tersebut langsung diserbu oleh ribuan komentar negatif dari oknum yang mengatasnamakan diri mereka sebagai barisan pembela Sarwendah. Netizen secara sepihak menggiring opini bahwa frasa "suara hati" yang ditulis oleh Depe merupakan sebuah sarkasme yang ditujukan untuk menyudutkan salah satu pihak yang sedang berseteru dalam polemik rumah tangga keluarga Onsu.
Merasa ruang privasinya diusik oleh tuduhan tak berdasar, Dewi Perssik langsung memberikan klarifikasi menohok melalui live di platform TikTok. Ia meluruskan bahwa kata "Suara Hati" yang dicantumkannya pada caption Threads sama sekali bukan sebuah sindiran personal.
Faktanya, kalimat tersebut merupakan strategi materi promosi resmi untuk web series terbarunya yang bertajuk "Suara Hati". Proyek serial drama modern berskala besar tersebut dijadwalkan akan segera tayang secara komersial melalui jaringan MD TV dan platform pengaliran digital dunia, Netflix.
Baca juga: Dijanjikan Menikah, TKW Asal Besuki Ditipu Hingga Alami Kerugian Sebesar Rp622 Juta
"Lain kali pintar sedikit kalau mau menghujat orang. Gue jarang main Threads, giliran main buat promo series kerjaan malah diserang. Emang dia siapa saya harus omongin? Saya kerja, enggak ada waktu ngomongin orang, ngaco lo pada," ujar pelantun lagu Mimpi Manis*tersebut dengan penuh penekanan.
Hal yang membuat tingkat kemarahan Dewi Perssik berada di puncaknya adalah tindakan destruktif para oknum netizen yang mulai melontarkan kalimat perundungan personal. Di dalam kolom komentar, beberapa akun dinilai telah bertindak kelewatan dengan mengungkit kembali rekam jejak masa lalu pernikahan lama sang artis serta melontarkan ejekan fisik nirempati.
Depe menilai tindakan tersebut sudah masuk ke dalam ranah pencemaran nama baik secara digital. Ia mempertanyakan logika berpikir para penyerang siber yang mengaku sebagai barisan pejuang hak wanita, tetapi pada praktiknya justru melakukan penindasan kata-kata yang kejam terhadap dirinya yang juga merupakan seorang perempuan pekerja.
Sebagai figur publik yang dikenal berani dan tegas, Dewi Perssik memastikan tidak akan tinggal diam membiarkan fitnah tersebut berkembang liar di internet. Ia menantang balik para pemilik akun anonim maupun akun riil yang terlibat dalam penggiringan opini tersebut untuk bersiap menghadapi proses hukum formal di kepolisian.
Tim kuasa hukum sang artis dilaporkan telah mulai melakukan proses pengumpulan alat bukti digital berupa tangkapan layar akun-akun provokator. Langkah hukum berupa pelaporan atas dugaan pelanggaran regulasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) akan diambil jika para oknum tersebut tidak segera menghentikan serangan fitnah dan melayangkan permohonan maaf secara terbuka.