Kronologi Mina Chan, Influencer K-Pop Asal Jepang yang Meninggal Saat Live Usai Mendapat CyberBullying dari Fans Enhypen
--
NAEWU.com – Dunia hiburan internasional dan komunitas penggemar K-Pop tengah diselimuti duka mendalam sekaligus kontroversi besar. Mina Chan (26), seorang influencer asal Jepang yang menetap di Korea Selatan sekaligus pengelola fansite populer untuk grup ENHYPEN, dilaporkan meninggal dunia akibat bunuh diri di apartemennya yang terletak di kawasan Distrik Yongsan, Seoul.
Insiden memilukan ini terjadi di tengah siaran langsung setelah dirinya menjadi target perundungan cyberbullying oleh sesama penggemar.
Pihak Kepolisian Yongsan mengonfirmasi bahwa mereka menerima laporan darurat pada Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 05.33 KST. Laporan tersebut dilayangkan oleh rekan korban dan para penonton siaran langsung yang histeris menyaksikan kondisi mengkhawatirkan Mina melalui layar kaca. Sayangnya, petugas medis dan aparat yang tiba di lokasi kejadian menyatakan bahwa nyawa wanita lulusan Rikkyo University tersebut sudah tidak dapat tertolong.
Awal Mula Konflik: "Insiden Bunga" di Konser Amerika Serikat
Gelombang ujaran kebencian yang menimpa Mina Chan berakar dari sebuah kesalahpahaman kecil yang terjadi selama rangkaian tur konser ENHYPEN bertajuk "BLOOD SAGA" di Tacoma Dome, Amerika Serikat, pada akhir Juli 2026. Sebagai penggemar berat dari salah satu anggota bernama Ni-ki, Mina membawa sebuah buket bunga. Ia kemudian meminta bantuan anggota lain, Sunoo, untuk meneruskan buket bunga tersebut kepada Ni-ki di atas panggung.
Meskipun ada upaya untuk memfasilitasi pertukaran tersebut, situasi di atas panggung sempat mengalami kebingungan singkat hingga akhirnya buket bunga tersebut dikembalikan kepada Mina.
Rekaman video amatir mengenai interaksi beberapa detik ini kemudian menyebar luas dan viral di platform TikTok, X, dan Instagram. Sebagian oknum komunitas penggemar (ENGENE) mulai melayangkan kritik tajam, menuduh Mina telah berteriak egois dan menekan idola demi mendapatkan perhatian pribadi di luar etika konser.
Situasi siber kian bergulir liar di luar kendali setelah Ni-ki melakukan siaran langsung pribadi pada malam hari tanggal 31 Juli 2026.
Dalam sesi tersebut, sang idola sempat membagikan pandangannya mengenai etika konser, di mana ia mengimbau agar para penonton fokus pada kolektivitas performa musik di atas panggung, bukan memaksakan interaksi individu. Meskipun Ni-ki sama sekali tidak menyebutkan nama atau merujuk pada individu tertentu, narasi publik di internet terlanjur mengaitkan ucapan tersebut secara langsung sebagai teguran keras untuk aksi Mina Chan.
Pasca-siaran tersebut, akun media sosial Mina langsung diserbu oleh ribuan pesan makian, intimidasi, dan tuntutan agar dirinya segera keluar dari lingkaran penggemar.
Sebelum mengakhiri hidupnya, Mina sempat mengunggah tulisan "Close" di akun X miliknya, melayangkan surat permohonan maaf terbuka hingga tiga kali, serta membagikan beberapa tangkapan layar berisi pesan-pesan kejam bernada ancaman fisik yang dikirimkan orang asing ke kotak masuknya. Ia mempertanyakan mengapa orang-orang yang tidak dikenalnya bisa bertindak sekejam itu.
Detik-Detik Terakhir di Siaran Langsung TikTok
Baca juga: Dugaan Penyebab Kebakaran Hutan Gunung Bromo, Kawasan yang Terdampak Ditutup Total Untuk Pengunjung
Tekanan psikologis yang hebat akibat perundungan tanpa henti akhirnya membuat Mina Chan mengambil keputusan nekat. Pada dini hari tanggal 5 Agustus 2026, ia memulai siaran langsung di TikTok dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Sembari menangis, ia sempat mengucapkan kalimat terakhirnya, "Aku sangat takut, sangat takut. Aku sebenarnya masih ingin hidup sedikit lebih lama lagi,". Tidak lama setelahnya, ia melakukan tindakan fatal yang terekam langsung di kamera sebelum akhirnya siaran tersebut terputus.
Melalui media sosial, adik kandung korban mengonfirmasi kabar duka ini dan meminta publik untuk memberikan ruang privasi bagi keluarga yang berduka. Pihak keluarga juga memohon dengan sangat agar warganet menghentikan segala bentuk spekulasi tidak berdasar serta tidak menyebarkan rekaman video detik-detik terakhir almarhumah demi menghormati privasi korban.
Tragedi yang menimpa Mina Chan yang memiliki lebih dari 78.000 pengikut di Instagram dan 80.000 di TikTok kembali menyalakan alarm merah mengenai bahaya nyata dari budaya toksik di dalam komunitas penggemar K-Pop. Fenomena mob mentality di mana ribuan akun anonim bersatu melakukan perundungan digital massal terbukti membawa konsekuensi fatal pada kesehatan mental seseorang.