The Toll Keeper Story Resmi Rilis di PS5 Lewat PlayStation Store, Angkat Kisah Perjuangan Ibu Hamil di Tengah Krismon 1998
--
NAEWU.com – Kabar membanggakan datang dari industri kreatif dalam negeri tepat pada perayaan Hari Game Indonesia. Pengembang game asal Tangerang, GameChanger Studio, secara resmi merilis game simulasi naratif andalan mereka, 1998: The Toll Keeper Story, untuk konsol PlayStation 5 (PS5). Game yang sebelumnya telah mendulang ulasan "Very Positive" (Sangat Positif) di platform Steam ini kini sudah bisa dibeli dan diunduh secara global langsung melalui PlayStation Store.
Perilisan ini menandai pencapaian besar bagi industri game Indonesia, di mana karya fiksi yang mengangkat narasi sejarah kelam Asia Tenggara mendapatkan panggung resmi di konsol generasi terbaru milik Sony. Di Indonesia, game ini dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 84.000 di region lokal.
Sinopsis Cerita: Perjuangan Ibu Hamil di Tengah Runtuhnya Negara
1998: The Toll Keeper Story membawa pemain menyelami kisah emosional berlatar krisis moneter Asia 1998. Pemain akan berperan sebagai Dewi, seorang perempuan kelas pekerja yang tengah hamil besar dan bekerja sebagai penjaga gerbang tol di sebuah negara fiktif bernama Janapa. Sementara itu, suaminya, Heru, bekerja keras mencari nafkah di jalanan sebagai sopir taksi.
Ketika negara tersebut mulai runtuh imbas inflasi yang meroket, demonstrasi massa yang meluas, dan ketidakpercayaan terhadap otoritas pemerintahan, Dewi terjebak di tengah kekacauan sosial. Tugas harian pemain bukan hanya menarik uang tol dan memeriksa validitas dokumen kendaraan, melainkan bertahan hidup, menjaga kelangsungan pekerjaannya, serta mengumpulkan uang demi biaya persalinan caesar dan vitamin untuk calon bayinya.
Sebagai game simulasi naratif, setiap giliran kerja (*shift*) di gerbang tol menuntut ketelitian tinggi. Pemain harus mencocokkan nomor pelat kendaraan, memeriksa identitas pengemudi, hingga menimbang muatan truk berdasarkan tabel regulasi. Ketegangan akan meningkat ketika faksi-faksi yang bertikai mulai mendatangi gerbang tol Anda.
Baca juga: Dugaan Penyebab Kebakaran Hutan Gunung Bromo, Kawasan yang Terdampak Ditutup Total Untuk Pengunjung
Game ini menantang moralitas pemain melalui keputusan-keputusan kecil dengan konsekuensi yang masif. Anda bisa memilih untuk mematuhi aturan ketat rezim pemerintah yang korup demi keamanan pekerjaan, atau melanggarnya demi membantu para mahasiswa demonstran dan warga sipil yang ingin melarikan diri dari kerusuhan kota. Pemain bahkan bisa mencari penghasilan tambahan dengan menjual selebaran, namun salah memberikan selebaran gerakan mahasiswa kepada istri pejabat rezim akan berujung pada penangkapan dan malapetaka.
Fitur Eksklusif dan Dukungan Teknologi PS5
Porting ke konsol generasi terbaru ini tidak sekadar memindahkan game, melainkan menyertakan berbagai fitur eksklusif untuk memaksimalkan performa perangkat keras PS5. Berikut adalah peningkatan fitur utama yang dihadirkan dalam versi PlayStation 5:
- Immersive Haptic Feedback: Memanfaatkan teknologi pengontrol DualSense untuk memberikan sensasi taktil yang berbeda pada setiap jenis kendaraan (mobil, taksi, atau truk besar) yang memasuki jalur gerbang tol Dewi.
- Estetika Visual Khas Era 90-an: Pengoptimalan kualitas grafis yang menggabungkan tekstur titik (*dot texture*), filter sepia kebiruan, dan efek kertas koran lama guna menghidupkan suasana otentik akhir dekade 1990-an.
- Endless Mode & Leaderboard: Menyediakan dua mode Endless baru, yaitu Timed dan Perfection, bagi para pemain yang ingin menguji ketangkasan kerja mereka demi menduduki peringkat tertinggi di papan peringkat global.
- Dukungan Trophies: Menyediakan jajaran piala pencapaian (*Trophies*) yang bisa diburu oleh para kolektor platinum di platform PlayStation.
Pihak pengembang mengungkapkan bahwa narasi game ini terinspirasi dari memori pribadi Game Director saat melewati masa-masa kelam krisis moneter 1998 pasca-kelulusan kuliah. Kehadiran 1998: The Toll Keeper Story di PS5 membuktikan bahwa video game buatan anak bangsa mampu menjadi media interaktif yang kuat untuk menceritakan sejarah secara mendalam sekaligus menyajikan gameplay simulasi yang adiktif.