Profil Revnaldo Ega, MC Booth Newport yang Klarifikasi Usai Viral Challenge Hafalan Surah Ad-Duha
--
NAEWU.com – Nama Revnaldo Ega Siahaan atau yang akrab disapa Ega mendadak menjadi sorotan tajam publik secara nasional hingga menempati urutan teratas dalam daftar pencarian berita. Pembawa acara atau Master of Ceremony (MC) ini menjadi perbincangan hangat setelah potongan video aktivitas di booth minuman keras merek Newport dalam festival musik The Sounds Project 2026 mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Insiden yang terjadi pada hari kedua festival musik di kawasan Ecovention dan Ecopark Ancol, Jakarta Utara, tersebut memicu kecaman keras dari masyarakat karena dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap kesucian ayat Al-Qur'an. Berikut adalah profil informatif, rekam jejak peristiwa, serta klarifikasi resmi terkait peran Revnaldo Ega di balik kontroversi penawaran hadiah minuman keras bermodus tantangan hafalan Surah Ad-Duha.
Kontroversi ini bermula dari beredarnya sebuah rekaman video pendek yang memperlihatkan kerumunan pengunjung di depan stand penjualan produk minuman beralkohol Newport dalam festival musik The Sounds Project Vol. 9 pada Minggu malam, 9 Agustus 2026.
Di dalam video yang tersebar luas itu, tampak seorang pengunjung perempuan sedang melafalkan ayat suci Surah Ad-Duha menggunakan mikrofon di depan kerumunan penonton yang bersorak-sorai. Narasi yang berkembang di media sosial menyebutkan bahwa pihak booth mengadakan sayembara pembacaan ayat suci Al-Qur'an dengan imbalan hadiah berupa satu botol minuman keras cuma-cuma.
Aksi ini seketika memicu kemarahan publik serta mendapat kecaman keras dari Majelis Ulama Indonesia karena dinilai sangat tidak etis mencampurkan simbol keagamaan dengan produk yang diharamkan.
Gelombang protes dari berbagai ormas keagamaan bahkan sempat membuat rumah kediaman lama milik Ega di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, didatangi massa sebelum akhirnya diredam aparat keamanan setelah diketahui bahwa rumah tersebut sudah dikontrakkan ke pihak lain sejak dua bulan lalu.
Baca juga: Intip Jadwal Rilis One Piece Chapter 1191 Gaban Bikin Luffy Hampir Mencapai Batasnya
Klarifikasi Resmi dari Revnaldo Ega
Menanggapi situasi yang kian memanas dan menyeret namanya sebagai tertuduh utama, Revnaldo Ega selaku MC resmi yang bertugas di booth Newport pada malam kejadian akhirnya membuka suara. Melalui unggahan tertulis di akun Threads pribadinya serta rekaman video permohonan maaf terbuka, Ega meluruskan kronologi yang sebenarnya terjadi di atas panggung penawaran produk.
Ega menegaskan bahwa tantangan hafalan Surah Ad-Duha berhadiah minuman beralkohol sama sekali bukan bagian dari susunan acara, konsep promosi, maupun instruksi kerja yang dirancang oleh pihak manajemen Newport maupun panitia festival. Peristiwa tersebut bermula ketika seorang audiens berbaju putih tiba-tiba merangsek maju dan mengambil alih mikrofon utama yang dipegangnya. Pengunjung tersebut secara spontan dan tanpa persetujuan membuat sayembara sendiri kepada pengunjung lain yang sanggup membaca Surah Ad-Duha dengan janji hadiah satu botol minuman.
Ega mengaku bersalah dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh umat Muslim atas kelalaian profesional yang ia lakukan di lapangan.
Ia menyesali keputusannya yang bersikap pasif dan tidak segera mengambil kembali mikrofon dari tangan pengunjung tersebut, sehingga kegaduhan yang menyinggung sensitivitas suku, agama, ras, dan antargolongan tidak dapat dicegah saat acara sedang berlangsung.
Baca juga: PT Kertas Nusantara Milik Siapa? Viral Usai prabowo Diduga Taham Saham di Perusahaan Tersebut
Pihak promotor The Sounds Project mengeluarkan rilis resmi yang menyatakan rasa kecewa dan mengecam keras tindakan oknum di booth sponsor yang menodai nilai-nilai festival musik mereka.
Manajemen menegaskan bahwa mereka tidak pernah memberikan izin untuk segala bentuk aktivitas pemasaran yang melibatkan unsur keagamaan dan langsung memberikan teguran keras kepada pemilik merek untuk menyelesaikan perkara secara transparan.
Senada dengan hal itu, pihak direksi produsen minuman juga menyampaikan permohonan maaf tertulis yang mendalam kepada seluruh tokoh agama dan masyarakat Indonesia. Pihak perusahaan mengakui adanya kelemahan kontrol pengawasan dari personel lapangan mereka dan berjanji akan bersikap kooperatif membantu jalannya investigasi kepolisian, serta melakukan evaluasi internal menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.