Pemilik Son Ga Korean Family Restaurant Menghilang Usai Dilaporkan Atas Kasus Kekerasan Seksual oleh ART
--
NAEWU - Inilah berita tentang kasus Pemilik Son Ga Korean Family Restaurant yang sedang ramai diperbincangkan netizen. Simak sampai habis agar kamu tidak ketinggalan berita panas ini!
Di era serba digital ini, banyak sekali informasi yang beredar karena kita dapat dengan mudah membagikan apapun. Maka dari itu, media sosial tidak pernah kehabisan topik panas untuk diperbincangkan. Kali ini Pemilik Son Ga Korean Family Restaurant menjadi salah satu topik perbincangan usai dikabarkan menghilang usai terlibat kasus pelecehan.
Ingin tahu kisah lebih lanjutnya? Baca sampai habis ya!
Baca juga: Profil dan Biodata Ruce Nuenda, Selebgram Mama Ebra Ternyata Lulusan Kampus Ternama di Jawa Tengah
SSY Dikabarkan Menghilang
SSY (64), pemilik restoran Korea Son Ga di Jalan Mayjend HR Muhammad Sukomanunggal, telah menghilang dan dikabarkan belum kembali ke restorannya. Hal ini diungkapkan oleh Muhammad Adi Prastio (26), sopir pribadi Bapak Son. Menurut pemuda yang dikenal sebagai Adi, SSY belum terlihat sejak dituduh melakukan pelecehan dan kekerasan seksual.
"Saya baru bekerja di sini selama dua bulan. Dulu saya punya sopir pribadi, tetapi dia berhenti karena alasan pribadi. Kemarin ada masalah, jadi saya tidak tahu di mana dia sekarang. Dia mungkin akan kembali setelah masalahnya selesai. Dia belum terlihat sejak awal Agustus," katanya pada hari Rabu, 19 Agustus 2026.
Baca juga: Profil dan Biodata Ruce Nuenda, Selebgram Mama Ebra Ternyata Lulusan Kampus Ternama di Jawa Tengah
Adi juga mengetahui kasus bosnya. Dari sudut pandangnya, ia berpendapat bahwa SSY tidak sepenuhnya dapat disalahkan.
"Dia tidak bersalah. Dia tidak punya teman di sini yang bisa membantunya, jadi kami tidak tahu di mana dia berada. Jika insiden itu terjadi, Tuan Son sama sekali tidak bertanggung jawab," lanjutnya.
Namun, pernyataan ini bertentangan dengan pernyataan SSY ketika ditanya tentang kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukannya terhadap beberapa korban, termasuk karyawan restoran dan pekerja rumah tangga.
"Tuduhan kekerasan dan pelecehan seksual tidak pernah terjadi di restoran atau di kediaman pribadinya. Sebagai sopir pribadi, tidak ada pelecehan atau kekerasan. Sama sekali tidak ada," bantahnya dengan tegas.
Kasus Kekerasan Seksual Oleh SSY
Terkait dua pengaduan yang diajukan oleh korban, MAD (28), dan pekerja rumah tangga (ART) SUF (24), Adi menduga pengaduan tersebut dibuat dengan maksud tertentu.
"Jika korban melaporkannya ke Polisi Kota, diduga gajinya di sini tidak cukup, mungkin. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Dan ada juga masalah pribadi lainnya, saya tidak tahu," lanjutnya.
Di samping itu, ketika ditanya tentang pelecehan atau kekerasan seksual oleh SSY, yang selalu dimulai dengan memaksanya minum alkohol, Adi menjelaskan bahwa SSY tidak pernah memiliki kebiasaan memaksa siapa pun untuk minum.
"Jika seseorang meminta saya untuk minum, saya mungkin akan minum juga, saya pasti akan minum. Tapi saya tidak pernah minum dengannya. Pak Son tidak pernah memaksa saya untuk minum, dan jika seseorang tidak mau, itu sudah selesai. Dia tidak pernah memaksa saya," katanya.
Karena keberadaan SSY tidak diketahui, rumah di Kompleks Perumahan Graha Famili, Blok O, Wiyung, Surabaya, telah dikosongkan. Adi sekarang bekerja sebagai satpam di tempat parkir restoran Korea Son Ga.
"Saya sekarang juga ditugaskan sebagai satpam. Dia belum terlihat sejak awal Agustus. Bapak Son tinggal sendirian di Graha Famili. Rumah itu kosong dan tidak disewakan," pungkasnya.
Pihaknya mengkonfirmasi kasus tersebut dengan SSY melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon. Namun, mereka belum memberikan tanggapan.
Itulah informasi tentang kasus Pemilik Son Ga Korean Family Restaurant yang sudah kami rangkum khusus buat kamu dan yang perlu kamu tahu. Ikuti kami terus untuk update berita tanah air terkini!