Mantan Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae Meninggal Dunia di Usia 70 Tahun
--
NAEWU.com – Mantan Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae dikabarkan meninggal dunia. Bupati Tana Toraja periode 2016-2021 tersebut wafat di usia 70 tahun.
"Beliau (Nicodemus) telah wafat, meninggalkan kita semua," ungkap mantan wakil Nicodemus saat menjabat, Victor Datuan Batara saat dikonfirmasi detikSulsel, Selasa 11 Agustus 2026.
Nicodemus mengembuskan napas terakhir pada Selasa 11 Agustus 2026 sekitar pukul 04.00 Wita di Rumah Sakit Elim Rantepao, Toraja Utara. Victor menjelaskan, jenazah almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka, Parappo, Kecamatan Malimbong Balepe', Tana Toraja.
"Belum ada kabar kapan dimakamkan tapi almarhum sudah di rumah duka di Parappo," ujarnya. Diketahui, Nicodemus Biringkanae lahir pada 24 April 1956 dan pernah memimpin Kabupaten Tana Toraja sebagai bupati pada periode 2016-2021.
Kepergian Nicodemus menjadi kabar duka bagi keluarga, sahabat, dan juga masyarakat Tana Toraja. Bagi Victor, Nicodemus bukan hanya sosok yang pernah menjadi pasangan dalam pemerintahan, namun juga rekan seperjuangan dalam mengabdi kepada masyarakat.
Ketika memimpin Tana Toraja, pasangan NIVI membawa sejumlah program yang berorientasi dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu program yang menjadi perhatian pasangan tersebut merupakan 'jangan biarkan rakyatku lapar, jangan biarkan rakyatku sakit, jangan biarkan rakyatku bodoh'.
Jenazah Almarhum sudah dibawa ke rumah duka di Parappo, Kecamatan Malimbong Balepe’, Tana Toraja.
Bersama Wakilnya Victor Datuan Batara, Nicodemus Biringkanae adalah Bupati Tana Toraja yang mengusung Tagline Pemerintahan “Toraya Maelo” dengan visi pembangunan bertumpu pada 3 Pilar Pembangunan dan 3 Dimensi Perekat.
Sementara 3 dimensi perekat strategis yang diusung Nico Victor berfungsi sebagai perekat sosial, spiritual dan budaya yakni Getaran Sukma Ilahi (aspek spirtual), Sentuhan Peduli Sesama (aspek sosial) dan Damai Torajaku (kerukunan).
Nicodemus Biringkanae dan Victor Datuan Batara juga melahirkan beberapa program inovasi mulai dari Rumah Singgah dan Sekolah dibawa pohon dan Pola tanam semusim.
Program tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang belum memiliki fasilitas sekolah memadai.