Sunday 20th of September 2026

Versi Stellar Blade untuk Switch 2 Akan Dapat Dimainkan di TGS 2026

Versi Stellar Blade untuk Switch 2 Akan Dapat Dimainkan di TGS 2026

--

NAEWU.com – Shift Up mengumumkan bahwa kita akan berkesempatan melihat untuk pertama kalinya bagaimana Stellar Blade berjalan di Switch 2 pada Tokyo Game Show 2026. Pengumuman ini muncul setelah adanya konfirmasi bahwa game tersebut akan ditampilkan di bagian mitra di stan Atlus dan Sega pada acara tersebut. Hal ini akan memberi kita kesempatan untuk membandingkan performa game tersebut di konsol tersebut dengan versi PS5 dan PC.

Pengumuman tersebut pada dasarnya membahas seluruh rencana Stellar Blade untuk Switch 2 di TGS 2026. Enam stasiun demo akan tersedia di acara tersebut. Namun, kita belum mengetahui berapa lama durasi uji coba tersebut atau apa saja yang akan disajikan.

Akan ada pertunjukan panggung bersama CEO Shift Up, Kim Hyung Tae, pada 20 September 2026 di acara tersebut, yang juga akan disiarkan langsung di YouTube. Hal ini mungkin berarti kita akan mengetahui tanggal rilis versi game ini di acara tersebut.

Baca juga: Rekomendasi Link Solo Leveling: Ragnarok Full Chapter Scan Indonesia, Menyegel Kekuatan dan Ingatan Masa Kecil?

Berita TGS 2026 ini muncul setelah teaser lain untuk versi game ini. Shift Up telah membagikan trailer Stellar Blade Complete Edition untuk Switch 2 pada awal Agustus 2026. Trailer tersebut pada dasarnya mengonfirmasi bahwa game dasar beserta semua pembaruan konten yang dirilis sejak peluncuran akan termasuk dalam versi tersebut, sekaligus memperlihatkan tampilannya.

Meskipun beberapa kostum dan tambahan tersedia secara gratis, konten seperti add-on kolaborasi yang terkait dengan *NieR: Automata* dan *Goddess of Victory: NIKKE* masing-masing dibanderol seharga $9,99 saat pertama kali dirilis di PS5 dan PC.

Stellar Blade Complete Edition akan hadir di Switch 2 pada tahun 2026, sedangkan game aslinya sudah tersedia di PS5 dan PC. Tokyo Game Show 2026 akan diselenggarakan pada 17–21 September 2026 di Makuhari Messe, Jepang.

 

Stellar Blade menceritakan kisah Bumi di masa depan yang dikuasai oleh invasi makhluk asing—yang lebih tepat disebut monster—yang dikenal sebagai Naytiba. Manusia telah diusir dan berlindung di sebuah stasiun luar angkasa yang dikenal sebagai Koloni. Mereka berusaha merebut kembali Bumi dengan menurunkan Pasukan Udara, atau Linud, yang misi utamanya adalah menghabisi pemimpin Naytiba, yaitu Elder Naytiba.

Baca juga: Link Baca Kiraide Isasete Full Chapter Scan Indonesia, Hazuki Memiliki Kepribadian yang Sangat Lembut

Saat memasuki orbit Bumi, kapal angkut mereka terkena tembakan artileri anti-pesawat, yang membunuh sebagian besar pasukan. Eve, sang protagonis, adalah salah satu dari sedikit anggota Linud yang selamat. Ia bertempur berdampingan dengan pemimpin skuadron dan mentornya, Tachy. Namun, mereka dikalahkan saat berhadapan dengan Alpha Naytiba, kelas Naytiba terkuat. Tachy tewas.

Eve menjadi satu-satunya yang selamat berkat Adam, yang menyelamatkannya dan kemudian membawanya ke Xion, kota terakhir yang dihuni manusia. Dengan bantuan para tetua komunitas, Eve dibimbing untuk menyelesaikan misinya membunuh Elder Naytiba dengan mengumpulkan inti kehidupan para Alpha Naytiba.

Shift Up, pengembang Stellar Blade, telah menepati janjinya untuk menciptakan sebuah game yang seru. Keunggulan utama game ini terletak pada visualnya. Grafis yang dihasilkan oleh studio asal Korea Selatan ini benar-benar luar biasa.

Eve digambarkan sebagai wanita cantik dengan rambut panjang yang menjuntai hingga betis, tubuh langsing dengan payudara besar dan bokong montok, dan sebagainya. Formula kecantikan fisik wanita ini tampaknya menjadi ciri khas Shift Up, karena hal ini juga terlihat jelas dalam *Goddess of Victory: Nikke*, game seluler yang melambungkan studio ini ke ketenaran sejak tahun 2022.

Namun, keunggulan visual game ini tidak terbatas pada penampilan fisik Eve saja. Shift Up menggambarkan segala sesuatunya dengan sangat detail, mulai dari lingkungan dan karakter non-pemain (NPC) hingga Naytiba. Bagi mereka yang memainkan game ini setelah *Rise of the Ronin*—sebuah judul PlayStation yang mendapat kritik terkait kualitas grafisnya—visual dalam *Stellar Blade* terasa jauh lebih memukau.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST