Monday 24th of August 2026

Apa Itu Burnout dan Bagaimana Ciri-Cirinya? Ini Dia Cara Mengatasi Burnout yang Dapat Kamu Simak Tutorialnya!

Apa Itu Burnout dan Bagaimana  Ciri-Cirinya? Ini Dia Cara Mengatasi Burnout yang Dapat Kamu Simak Tutorialnya!

--

NAEWU.com – Burnout adalah istilah yang digunakan guna menggambarkan kondisi stres berat yang ditimbulkan oleh pekerjaan. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut serta perlu diatasi dengan tepat sebab dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Siapa saja dapat mengalami burnout atau capek mental. Namun, kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang yang sering memaksa diri untuk terus bekerja, kurang mendapatkan apresiasi pekerjaan dari atasan, memiliki beban kerja yang berat, kemudian bisa juga memiliki pekerjaan yang monoton.

Burnout ditimbulkan oleh stres berat di tempat kerja yang tidak teratasi sehingga membuat penderitanya kehilangan semangat bekerja, bahkan kehilangan minat saa berinteraksi dengan lingkungan sosialnya.

Baca juga: Ini Sosok Saepul Tukang Piscok yang Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan di Depok, Kenalan Dengan Korban di Aplikasi Penyuka Sesama Jenis

Baca juga: 136 Siswa SMPN 5 Rembang Keracunan MBG, Ternyata Ini Penyebabnya Lengkap Dengan Kronologi dan Hasil Tes Lab Terbaru

Ciri-Ciri Burnout

Ciri-ciri utama yang sering terjadi ketika seseorang mengalami burnout yakni selalu merasa lelah dan stres saat melakukan aktivitas sehari-hari. Adapun sejumlah ciri-ciri umum dari burnout adalah sebagai berikut.

Kehilangan Semangat dan Minat untuk Melakukan Aktivitas

Pertama, ciri-ciri burnout merupakan kehilangan semangat dan minat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Memaksakan diri untuk melakukan suatu kegiatan dalam jangka waktu lama bisa menguras banyak energi sehingga bisa menimbulkan kelelahan.

Membenci Pekerjaan yang Digeluti

Burnout adalah rasa lelah berkepanjangan yang dapat menyebabkan munculnya stres dan frustrasi saat bekerja. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa sulit untuk berkonsentrasi, merasa tidak kompeten, tertekan, dan terbebani sampai kemudian akhirnya menimbulkan rasa benci terhadap pekerjaan yang digeluti. Hal tersebut juga turut menyebabkan performa kerja seseorang menjadi menurun serta kurang memuaskan.

 

Merasa Tidak Berharga

Ciri-ciri burnout berikutnya yakni timbulnya perasaan bahwa dirinya tidak berharga dan berguna. Hal ini kerap terjadi karena adanya penurunan kinerja serta produktivitas yang menyebabkan pencapaian pun ikut menurun.

Baca juga: Innalillahi! Ayah Pedangdut Melly Lee Dikabarkan Meninggal Dunia, Jenazahnya Disemayamkan di Cianjur Jawa Barat

Baca juga: Makna dan Lirik Lagu Apa Kabar - Ifan Seventeen, Tembang Melankolis yang Jadi Pembuka Album Comeback Ressonance

Cara Mengatasi Burnout

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, burnout adalah kondisi yang berisiko memengaruhi kesehatan mental seseorang. Oleh sebab itu, penting untuk segera mengatasi burnout dengan tepat ntuk menghindari risiko gangguan kesehatan mental. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi burnout adalah sebagai berikut:

Menjaga Keseimbangan Hidup

Cara mengatasi burnout yang pertama yakni dengan menjaga keseimbangan hidup, antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi (work-life balance) sebaik mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan membagi waktu untuk bersantai, bekerja, dan melakukan aktivitas sehari-hari lainnya.

Misalnya, jika burnout disebabkan oleh pekerjaan, disarankan untuk beristirahat dengan mengambil cuti sesekali dan pergi berlibur untuk menjernihkan pikiran. Ini perlu dilakukan untukmengusir rasa lelah serta mengembalikan semangat serta motivasi kerja.

Mengevaluasi Setiap Kegiatan yang Dilakukan

Cara mengatasi burnout berikutnya yaitu dengan mengevaluasi setiap kegiatan yang dilakukan secara rutin. Selain itu, ada baiknya untuk bersikap realistis dan tidak menetapkan ekspektasi yang terlalu berlebihan untuk meminimalkan rasa cemas dan stres berlebih. Jangan lupa juga untuk memberikan apresiasi terhadap diri sendiri ketika memperoleh suatu pencapaian.

Burnout perlu segera diatasi agar tidak mengganggu kualitas hidup secara berlebihan. Jika merasa terlalu lelah secara mental dan membutuhkan bantuan profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST