Profil Maliya Finda Nenek 51 Tahun Asal Surabaya yang Tutup Usia di Jurang Gunung Piramid Bondowoso Usai Dinyatakan Hilang 2 Hari
--
NAEWU.com - Maliya Finda (51) merupakan seorang pendaki asal Surabaya yang ditemukan meninggal dunia bersama dengan pemandunya Irfan Nasrul Laili usai dinyatakan hilang di Gunung Piramid Bondowoso. Tim SAR gabungan memperkirakan keduanya meregang nyawa usai jatuh ke jurang.
Maliya Finda disebutkan baru saja menyambut kelahiran cucunya. Melalui awak media, kerabat korban, Wawan, menceritakan bahwa Finda sebenarnya baru saja dikaruniai seorang cucu sekitar dua minggu sebelum keberangkatannya ke Bondowoso.
Maliya Finda Berencana Lakukan Pendakian Tektok
Melalui Wawan disampaikan bahwa pihak keluarga besar sejak awal telah mengetahui rencana pendakian privat yang dilakoni Finda bersama seorang pemandu. Rencananya, pendakian tersebut menggunakan metode tektok atau pendakian singkat tanpa menginap.
Perjalanan dimulai saat Finda berangkat dari rumahnya di Surabaya menuju Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (1/8/2026) pagi. Kemudian, ia mulai melangkah naik ke jalur pendakian Gunung Piramid pada Minggu (2/8/2026) pagi.
Selama proses pendakian pada Minggu pagi, Finda masih aktif memberikan kabar kepada anak tunggalnya yang berdomisili di Bali. Namun, memasuki Minggu sore, pesan singkat maupun sambungan telepon dari keluarga tidak lagi mendapatkan respons.
Finda dikenal oleh keluarga dan tetangga sekitar sebagai sosok yang ramah, hangat, dan memiliki semangat hidup tinggi. Meski baru menekuni hobi mendaki gunung sekitar 2-3 tahun belakangan, ia sangat konsisten melakoni kegiatan ekstrem ini setidaknya satu bulan sekali.
Kronologi Finda dan Guide Ditemukan Tewas di Gunung Piramid Bondowoso
Diduga bahwa keduanya mengembuskan napas terakhir setelah terjatuh. Dilansir melalui keterangan tim SAR, korban ditemukan di kedalaman sekitar 6o-70 meter dari atas jalur. Yang mana ini berada di kemiringan sekitar 60 derajat.
Kesimpulan ini didapat usai melihat dari posisi korban ditemukan pertama. Yakni saling berdekatan satu sama lain. Akan tetapi berdasarkan penuturan Jefri, kepastiannya tetap menunggu hasil visum dari rumah sakit.
Sebagai informasi, puncak Gunung Piramid Bondowoso berada ketinggian sekitar 1.521 mdpl, terletak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung Piramid terletak di Desa Ardisaeng, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso. Gunung Piramid memiliki satu jalur pendakian utama yang dimulai dari basecamp di Desa Tegal Tengah.
Dari kejauhan, bentuknya begitu simetris dan menjulang runcing, menyerupai piramida raksasa nan megah di tengah selimut kabut Pegunungan Ijen. Namun, di balik keindahan menenangkan itu, tersembunyi sisi gelap penuh misteri serta menantang: jalur pendakiannya yang dikenal sebagai salah satu jalur pendakian paling ekstrim di Jawa Timur. Jalur ini dikenal sebagai jalur “punggung naga”.
Sekian yang bisa kami sampaikan mengenai kejadian kali ini. Semoga korban diterima di sisi-Nya dalam damai dan keluarga serta orang trdekat yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan pundak yang kuat. Akhir kata, terimakasih!