Monday 24th of August 2026

Pengakuan Saepul, Pelaku Kasus Mutilasi Pria Dalam Karung di Depok Akui Geram Usai Digerayangi Korban di Kontrakan

Pengakuan Saepul, Pelaku Kasus Mutilasi Pria Dalam Karung di Depok Akui Geram Usai Digerayangi Korban di Kontrakan

--

NAEWU.com - Baru-baru ini pihak berwajib telah menangkap Saepul (26) yang menjadi tersangka atas kasus pembunuhan dan mutilasi pria K (51) di sebuah kontrakan di Cipayung, Depok.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan/atau pembunuhan Pasal 459 dan/atau 458 KUHPidana," jelas Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika ketika dihubungi, Kamis (6/8/2026).

Melalui keterangannya Dimitri mengatakan Saepul telah merencanakan aksi pencurian barang korban hingga pembunuhan. Lantaran aksinya yang tak bertanggung jawab itu, Saepul terancam hukuman mati.

"Dan untuk terjadi perencanaannya bahwa karena pelaku ingin melakukan pencurian motor dan barang-barang milik korban dan untuk menguasai barang milik korban, dan adanya niat untuk membunuh korban," ujarnya.

Baca juga: Ini Sosok Saepul Tukang Piscok yang Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan di Depok, Kenalan Dengan Korban di Aplikasi Penyuka Sesama Jenis

Baca juga: Ratusan Pelajar SMP Negeri 5 Rembang Alami Diare Massal Usai Menyantap MBG Dinkes Langsung Periksa Dapur SPPG

Baca juga: 136 Siswa SMPN 5 Rembang Keracunan MBG, Ternyata Ini Penyebabnya Lengkap Dengan Kronologi dan Hasil Tes Lab Terbaru

Pelaku Kasus Mutilasi Pria Dalam Karung di Depok Akui Geram Usai Digerayangi Korban 

Sebelumnya aksi Saepul ini terendus polisi usai ditemukan karung berisi potongan jenazah manusia yang tergeletak di tanah kosong sejak 24 Juli 2026.

Berdasarkan penuturan warga setempat, tak ada yang menyangka karung tersebut berisi jenazah manusia, sampai akhirnya pada Selasa, 4 Agustus. Mulanya warga berinisiatif membakar karung yang dikiranya berisi sampah.

Berdasarkan hasil identifikasi dan olah TKP, serta keterangan saksi, dan bukti-bukti lainnya, penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada pria bernama Saepul (26). Saepul ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat melarikan diri di Pandeglang Banten pada Rabu (5/8).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, awalnya korban K berkenalan dengan pelaku Saepul melalui aplikasi penyuka sesama jenis. Perkenalan ini lalu berlanjut sampai keduanya sepakat untuk bertemu di sebuah kontrakan kawasan Cipayung, Kota Depok.

Berdasarkan keterangan tersangka, keributan bermula ketika korban diduga melakukan tindakan yang tidak diinginkannya. Saepul mengklaim sempat digerayangi oleh korban.

"Terus kan, tadinya cuma butuh teman, dia pegang-pegang saya, terus saya berontak dong. Saya berontak terus dia kayak nampar saya," ujarnya.

Lantaran merasa tak nyaman, Saepul sempat terlibat adu fisik dengan korban. Keduanya disebut saling mendorong hingga terjatuh dari tangga rumah dua lantai tersebut. Setelah itu, Saepul mengambil pisau dari dapur dan menusuk korban.

Sadar dengan aksinya yang menimbulkan K tewas, Saepul berupa menghilangkan jejak. Ia memutuskan untuk membagi tubuh korban dalam beberapa bagian agar mudah dipindahkan keluar dari kontrakan yang berada di lingkungan padat penduduk. Lalu ia membungkus potongan tubuh korban secara terpisah dengan karung.

"Pelaku memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha, membungkus jasad menggunakan plastik hitam dan karung, kemudian membuang tubuh korban di kawasan Tanah Merah, sedangkan potongan kedua kaki dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas," kata Budi.

Baca juga: Profil Maliya Finda Nenek 51 Tahun Asal Surabaya yang Tutup Usia di Jurang Gunung Piramid Bondowoso Usai Dinyatakan Hilang 2 Hari

Baca juga: Kronologi 2 Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso, Jenazah Sudah Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Baca juga: Video Evakuasi Pendaki Asal Surabaya dan Guide yang Hilang di Gunung Piramid Bondowoso Viral, Ternyata Ini Penyebabnya

Usai membuang jasad, Saepul langsung membawa kabur sepeda motor milik K. Ia membawanya ke wilayah Panimbang, Pandeglang, Banteng, kemudian menjualnya.

Dalam pemeriksaan, Saepul mengaku alasan memutilasi tubuh korban bukan karena motif tertentu, melainkan agar jasad lebih mudah dibawa 

Ia mengklaim kesulitan mengeluarkan tubuh korban dalam kondisi utuh karena khawatir mengundang perhatian warga sekitar. "Susah bawanya. Di situ kan ramai orang," katanya.

Sekian yang bisa kami sampaikan mengenai kejadian kali ini. Semoga korban diterima di sisi-Nya dalam damai dan keluarga serta orang trdekat yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan pundak yang kuat. Akhir kata, terimakasih!

Source:

Update Terbaru

RELATED POST