Sunday 20th of September 2026

Unggul Telak di Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz Resmi Jadi Ketum PBNU 2026-2031 yang Baru

Unggul Telak di Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz Resmi Jadi Ketum PBNU 2026-2031 yang Baru

--

NAEWU.com – Perhelatan akbar tertinggi warga Nahdliyin resmi melahirkan nakhoda baru untuk masa khidmah lima tahun ke depan. Dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031.

Keputusan krusial tersebut ditetapkan pada Senin, 31 Agustus 2026, setelah melalui rangkaian proses penyaringan suara yang ketat serta musyawarah mufakat tingkat tinggi. Agenda puncak Muktamar ke-35 NU ini tidak hanya menetapkan posisi Ketua Umum Tanfiziyah, melainkan juga secara bulat kembali mengukuhkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU untuk masa bakti yang sama.

Baca juga: Teaser Anime Legend of Zelda: Ocarina of Time Rilis Memukau, Siapa yang Sudah Tidak Sabar?

Kronologi Proses Pemilihan dan Perolehan Suara Terbanyak

Keterpilihan Gus Kikin menjadi orang nomor satu di jajaran tanfiziyah PBNU melewati mekanisme berlapis yang dinamis namun tetap kental dengan suasana kekeluargaan khas pesantren. Tahapan pemilihan diawali dengan pemungutan suara (tabulasi) oleh para muktamirin yang merupakan perwakilan resmi dari Pengurus Wilayah NU (PWNU), Pengurus Cabang NU (PCNU), serta Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) dari berbagai belahan dunia.

Pada tahap penjaringan awal untuk menentukan lima besar bakal calon Ketua Umum, Gus Kikin langsung melesat di peringkat pertama dengan mengantongi dukungan mayoritas mutlak sebanyak 472 suara. Perolehan suara Pengasuh Utama Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini mengungguli empat kandidat kuat lainnya yang masuk jajaran lima besar, yakni KH Zulfa Mustofa (262 suara), KH Abdussalam Sochib (261 suara), KH Yahya Cholil Staquf (258 suara), dan KH Abdul Ghofar Rozin (155 suara).

Berdasarkan aturan tata tertib Muktamar, kelima nama yang berhasil lolos verifikasi ambang batas dukungan dan mendapatkan restu tertulis dari Rais Aam terpilih tersebut kemudian diserahkan kepada sembilan kiai sepuh yang tergabung dalam dewan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Dewan AHWA kemudian menggelar musyawarah tertutup secara khidmat untuk menentukan satu nama final yang dinilai paling siap memimpin jam'iyah.

Sidang pleno yang dipimpin oleh KH Anwar Iskandar secara resmi membacakan hasil keputusan mufakat para kiai sepuh anggota AHWA. Seluruh anggota dewan AHWA secara bulat dan tanpa sekat perbedaan sepakat menunjuk KH Abdul Hakim Mahfudz untuk menakhodai PBNU. Pengalaman profesionalnya yang luas di sektor manajerial serta latar belakang kulturalnya yang kuat sebagai penjaga tradisi Tebuireng menjadi poin pertimbangan utama.

Baca juga: Hazuki Tidak Hanya Jatuh Cinta Kepada Naoto? Panel Spoiler Kiraide Isasete Vol 7 Chapter 8 Scan Indonesia

Sesaat setelah namanya diumumkan ke hadapan ribuan peserta muktamar, Gus Kikin langsung menaiki podium utama untuk menandatangani Kontrak Jam'iyah sebagai Ketum PBNU terpilih. Dalam pakta integritas organisasi tersebut, ia bersumpah akan menjalankan tugas kepemimpinan dengan sungguh-sungguh, mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, serta menjaga muruah dan keutuhan jam'iyah.

Gus Kikin juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi aturan tegas organisasi, termasuk klausul untuk tidak sedang menduduki jabatan politik praktis ataupun terdaftar sebagai pengurus aktif partai politik dalam satu tahun terakhir. Penandatanganan kontrak ini menjadi tonggak transparansi baru dalam komitmen tata kelola organisasi Islam terbesar di dunia ini.

Dihadiri Presiden dan Harapan Kemandirian Ekonomi Umat

Rangkaian agenda penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang semakin semarak dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung di lokasi. Dalam sambutannya, kepala negara menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya duet kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin, seraya berharap NU dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas moral, sosial, dan keagamaan di tanah air.

Terpilihnya kepengurusan baru ini juga memicu harapan besar dari berbagai kalangan, termasuk jajaran legislatif nasional. PBNU di bawah komando Gus Kikin diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi umat berbasis pesantren di tingkat akar rumput. Jaringan ribuan pesantren NU yang tersebar di pelosok negeri dinilai memiliki potensi ekonomi kerakyatan raksasa yang jika dikelola secara modern mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat secara nyata.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST