Saturday 5th of September 2026

Letusan Pertama Setelah 5 Tahun, Gunung Sinabung Erupsi Hebat Setinggi 3,5 Kilometer

Letusan Pertama Setelah 5 Tahun, Gunung Sinabung Erupsi Hebat Setinggi 3,5 Kilometer

--

NAEWU.com – Aktivitas vulkanik dari salah satu gunung api paling aktif di Pulau Sumatra kembali menunjukkan gejolak masif. Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara, dilaporkan mengalami erupsi hebat pada hari Senin, 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB. Letusan besar ini mengejutkan masyarakat lantaran menjadi erupsi freatomagmatik pertama yang tercatat dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak letusan terakhirnya pada Mei 2021 silam.

Berdasarkan laporan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, tinggi kolom abu vulkanik yang dimuntahkan dari kawah utama teramati mencapai kurang lebih 3.500 meter (3,5 kilometer) di atas puncak gunung, atau setara dengan ketinggian sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut. Respons cepat langsung diambil oleh pemerintah dengan meningkatkan status kedaruratan wilayah guna menjamin keselamatan warga di sekitar kaki gunung.

Baca juga: Gila Spek! Ini Deretan HP Murah Harga 2 Jutaan Paling Worth It Edisi September 2026, Spek Gaming Monster RAM 8 GB + NFC

Detail Teknis Letusan dan Sebaran Hujan Abu

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa gumpalan kolom abu hasil letusan teramati berwarna hitam pekat dengan intensitas tebal. Kerusakan atau pergerakan material abu tersebut dilaporkan condong bergerak atau ditiup angin ke arah timur hingga tenggara. Dampaknya, sejumlah wilayah permukiman dan destinasi wisata di Kabupaten Karo, termasuk kawasan Berastagi, Desa Sukanalu, dan Desa Sigarang-garang, mulai dilaporkan diguyur hujan abu vulkanik cukup tebal.

Berdasarkan rekaman data seismogram di pos pemantauan, getaran gempa letusan ini tercatat memiliki amplitudo maksimum mencapai 120 mm. Durasi kegempaan dari erupsi utama dilaporkan berlangsung cukup lama, yakni menembus waktu sementara sekitar 1 jam 1 menit 48 detik. Getaran yang konstan ini mengindikasikan adanya tekanan fluida dan pasokan magma yang cukup kuat dari dalam perut bumi.

Status Aktivitas Naik Menjadi Level III (Siaga)

Mengingat besarnya magnitudo letusan serta adanya indikasi peningkatan gempa vulkanik dalam dan gempa embusan yang konsisten sejak pertengahan Agustus, Badan Geologi Kementerian ESDM mengambil langkah tegas. Otoritas resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai pukul 12.00 WIB pada hari kejadian.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa letusan yang terjadi ini merupakan fase awal pembukaan sumbat kawah. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi rangkaian erupsi susulan yang disertai dengan ancaman bahaya utama berupa awan panas guguran (wedhus gembel) serta lontaran batu pijar berkecepatan tinggi yang dapat meluncur sewaktu-waktu.

Baca juga: Perkembangan Sidang Kasus Bibit Nanas Rp60 Miliar di Sulsel, Tiga Kepala Daerah Mantan Anggota Banggar DPRD Bakal Jadi Saksi

Rekomendasi Pengetatan Zona Merah dan Bahaya Lahar

Buntut dari kenaikan status Siaga tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo bersama personel TNI dan Polri langsung memperketat penjagaan di pintu-pintu masuk jalur evakuasi. Petugas melarang keras adanya aktivitas manusia, baik petani, warga lokal, maupun wisatawan, di dalam zona bahaya dengan jarak radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.

Selain radius utama, pembatasan sektoral sejauh 4,5 kilometer hingga 6 kilometer diberlakukan khusus untuk wilayah sektor selatan-timur. Di samping ancaman material langsung, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengingatkan masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin, terutama saat wilayah Kabupaten Karo mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST