Sunday 20th of September 2026

Update Kondisi Gunung Sinabung Pasca-Meletus 3.500 Meter, BNPB Imbau Wisatawan Waspada

Update Kondisi Gunung Sinabung Pasca-Meletus 3.500 Meter, BNPB Imbau Wisatawan Waspada

--

NAEWU.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaharuan data terkait penanganan dampak letusan besar Gunung Sinabung yang memuntahkan kolom abu setinggi 3.500 meter (3,5 kilometer) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Guna mengantisipasi potensi bahaya letusan susulan yang diprediksi bisa jauh lebih besar, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada para pelancong, pendaki, serta masyarakat lokal untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra dan mematuhi zona pengosongan aktivitas.

Hingga saat ini, tim gabungan penanggulangan bencana di lapangan terus melakukan monitoring berkala terhadap fluktuasi aktivitas vulkanik. BNPB memastikan bahwa Surat Keputusan Penetapan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo dengan nomor 361/559/BPBD/2026 masih berlaku secara sah hingga tanggal 5 Oktober 2026 mendatang.

Baca juga: Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik September 2026: Layar AMOLED 144Hz dan Baterai Jumbo

BNPB Ingatkan Batas Aman Radius Sektoral

Menyusul keputusan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang menaikkan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), BNPB langsung memperluas parameter zona bahaya sektoral. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengimbau dengan sangat agar wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun di seluruh desa yang telah direlokasi.

Larangan aktivitas mutlak diberlakukan di dalam radius radial 3 kilometer tegak lurus dari kawah puncak Gunung Sinabung. Selain itu, area steril juga diperluas hingga radius sektoral sejauh 6 kilometer khusus untuk wilayah yang berada di sektor selatan hingga tenggara. Pengetatan ini dilakukan karena berdasarkan pemodelan seismik, sektor tersebut memiliki bukaan kawah aktif yang menjadi jalur utama peluncuran material awan panas guguran serta batu pijar.

Dampak langsung dari peningkatan status Siaga ini juga menyasar sektor pariwisata lokal di seputaran kaki gunung. Destinasi wisata alam populer Danau Lau Kawar serta area perkemahan (camping ground) yang terletak di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, dipastikan ditutup total untuk umum hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Patroli pengamanan wilayah yang dipimpin langsung oleh jajaran Kodim 0205/Tanah Karo bersama Polres Karo kini disiagakan di jalur-jalur masuk utama objek wisata. Petugas di lapangan telah memasang papan larangan fisik dan terus melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada wisatawan nekat yang menerobos masuk demi mengambil dokumentasi visual jepretan erupsi secara dekat. Pengosongan kawasan wisata ini menjadi prioritas utama demi mencegah timbulnya korban jiwa seperti peristiwa letusan di tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: Alasan Sophia Laforteza Skip Tur KATSEYE: Fokus Perawatan dan Kesehatan Mental

Selain ancaman material vulkanik primer, BNPB mengingatkan adanya bahaya sekunder berupa terjangan lahar hujan atau lahar dingin. Mengingat kondisi cuaca regional di wilayah Sumatra Utara yang mulai memasuki musim penghujan, masyarakat yang bermukim atau memiliki aktivitas pertanian di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Sinabung diminta untuk segera menjauh apabila hujan lebat mulai turun. Aliran sungai di sektor barat daya menjadi wilayah hilir yang paling rawan terdampak luapan material lumpur lahar.

Sementara untuk wilayah permukiman yang sudah terpapar sebaran abu vulkanik pekat akibat tiupan angin ke arah timur dan tenggara, BNPB mengimbau warga untuk mengoptimalkan penggunaan masker pelindung pernapasan dan kacamata saat terpaksa beraktivitas di luar rumah. Pemerintah Kabupaten Karo bersama dinas kesehatan setempat saat ini juga tengah mengupayakan distribusi logistik masker medis serta pelindung mata secara gratis ke desa-desa terdampak langsung guna meminimalkan risiko infeksi saluran pernapasan (ISPA) massal pada masyarakat.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST